HAWAI GROUP – Hayo parents, siapa yang disini sering marah dengan anak-anaknya sejak mereka masih kecil? Meskipun nakal, kabarnya memarahi anak bisa mempengaruhi psikis mereka seumur hidup lho. Bagaimana bisa ya?

Parents yang sering mengikuti Malang Smart Arena pasti tahu bahwa pendidikan terhadap anak tak hanya dilakukan di sekolah, tapi juga di rumah. Maka dari itu, marah-marah ke si buah hati juga harus diperhatikan, lho.

Kalau mereka sudah kelewatan nakalnya, sebaiknya parents berusaha lebih keras untuk lebih sabar dan menahan diri untuk memberitahu bahwa si kecil baru saja melakukan kesalahan.

Dilansir dari Alodokter, ini dia beberapa efek yang bisa ditimbulkan kalau parents terlalu sering memarahi anak-anak di usia produktif mereka:

  1. Penakut dan mengalami masalah kepercayaan diri
  2. Terganggunya perkembangan otak
  3. Depresi dan gangguan mental
  4. Tumbuh menjadi pemarah

Nah, untuk menghindari kerusakan tambahan di masa depan itu, sebagai orang dewasa parents harus lebih sabar dan tahu tips-tips untuk keluar dari situasi buruk.

Di rentang usia produktif, anak-anak memang cenderung nakal dan sulit menurut dengan omongan parents, namun itu semua bisa teratasi jika kita lebih bijak memilih bagaimana berlaku di depan anak-anak.

Parents bisa melakukan beberapa cara, seperti:

  • Tarik nafas dan mulai ingat bahwa kesalahan si kecil terjadi karena kita juga tidak mengawasi mereka dengan baik;
  • Lakukan sistem reward dan punishment agar semua berjalan adil, entah siapapun yang berhasil meraih prestasi atau membuat kesalahan, termasuk parents sendiri;
  • Alihkan kemarahan kita ke hal lain yang kita suka dan membuat kita lebih bersemangat. Hilangkan aura galak di depan anak terlebih dahulu;
  • Mulai ajak anak berlibur, misalnya ke playground terbesar di Malang Raya yakni Malang Smart Arena.

Jika sudah mengetahui polanya, anak-anak juga pasti perlahan akan mendengarkan parents ketika mereka sedang melakukan sesuatu. Jika berhasil, di masa depan mereka akan tumbuh jadi sosok yang lebih sabar dalam menghadapi masalah di sekitarnya.

Semoga beruntung ya, parents!

Add Your Comment