HAWAI GROUP – Menjadi orang tua yang baik tentunya perlu metode parenting yang baik juga. Karena tiap orang tua memiliki sifat yang berbeda, otomatis pola dan tipe parenting untuk anaknya juga berbeda-beda.

Dikutip dari Alodokter, kekeliruan orang tua dalam menerapkan pola asuh yang tepat dapat memengaruhi perilaku anak di kemudian hari. Makanya, penting untuk kita mempelajari cara terbaik untuk mendidik dan mengasuh anak kita.

Selain itu, tiap anak juga punya karakteristik yang beragam. Anak kita yang pertama bisa sangat berbeda dengan yang kedua, dan seterusnya.

Dari sekian banyak model parenting, Malang Smart Arena melihat ada 4 tipe yang paling sering ditemui nih, Bunda. Kira-kira, bunda termasuk yang mana ya?

Demokratis

Tipe yang pertama ini erat kaitannya dengan tipe orang tua yang paling disenangi oleh anak-anak. Biasanya, tipe orang tua yang demokratis bisa menciptakan hubunga positif dan menyenangkan dengan anaknya, namun tetap berlaku tegas jika dibutuhkan.

Orang tua yang demokratis tak jarang juga banyak belajar dari anak-anaknya. Dengan begitu, besar peluang terjalin komunikasi yang baik antara orang tua dan anaknya sampai tua nanti. Jika bunda adalah tipe yang ini, selamat!

Otoriter

Nah, selanjutnya ada tipe otoriter. Tipe parenting atau pola asuh dari orang tua seperti ini menuntut anak untuk patuh terhadap orang tuanya.

Orang tua dengan tipe ini cenderung menghukum anaknya ketika melakukan kesalahan apapun. Seringkali tujuannya mulia, agar anaknya disiplin dan selamat. Namun, caranya pasti membuat sebagian besar anak tidak suka dan malah melawan balik.

Jangan jadi tipe orang tua yang seperti ini ya, Bunda!

Permisif

Berbeda dengan tipe otoriter, tipe orang tua yang permisif cenderung tidak suka memaksakan kehendak terhadap anak-anaknya. Pola asuh seperti ini lebih suka melihat anaknya berkembang sendiri sesuai keinginannya.

Meski membiarkan anak-anaknya memilih, orang tua dengan tipe permisif tetap rutin menjalin komunikasi dengan anak-anaknya. Tentunya, dengan cara yang berbeda-beda juga.

Hampir tak ada salahnya untuk menjadi orang tua yang permisif. Namun, jangan sampai malah lepas pengawasan kepada anak ya. Nanti, Bunda malah dianggap sebagai orang tua yang acuh tak acuh kepada anaknya.

Cuek

Tipe yang terakhir adalah orang tua yang cuek. Berbeda dengan orang tua yang permisif, orang tua yang cuek cenderung mereka jarang berkomunikasi dengan anaknya.

Sifat cuek ini bisa muncul dari banyak hal. Bisa saja karena sibuk masalah pekerjaan, masalah rumah tangga, atau masalah-masalah lainnya. Padahal, akibatnya bisa fatal!

Makanya, sifat cuek ini adalah salah satu sifat yang harus Bunda hilangkan ketika membesarkan anak ya. Kalau dibiarkan terus, lama-lama bisa berakibat buruk. Tak jarang, imbasnya bisa terbawa sampai masa tua nanti.

Add Your Comment